Saham Australia jatuh, teknologi dan emas ikuti aksi jual Wall Street

Sydney (ANTARA) – Saham-saham Australia sedikit lebih rendah pada awal perdagangan Rabu, terseret oleh saham teknologi dan emas mengikuti aksi jual di Wall Street setelah kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah memicu penjualan panik emas dan beberapa saham teknologi besar AS.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia merosot 0,2 persen menjadi diperdagangkan di 7.395,10 poin pada pukul 00.39 GMT. Indeks acuan ditutup naik 0,8 persen pada Selasa (23/11).

Saham-saham terkait emas jatuh 1,7 persen setelah harga aset safe-haven itu turun ke level terendah hampir tiga minggu karena pencalonan kembali Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memicu spekulasi kenaikan suku bunga yang lebih cepat.

Penambang emas Westgold Resources memimpin kerugian di sektor ini, anjlok sebanyak 3,8 persen, sementara kelas berat Newcrest Mining berkurang 2,2 persen.

Saham sektor teknologi juga terpangkas 1,1 persen mengikuti Wall Street di mana kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah mendorong investor untuk menjual Tesla dan saham teknologi besar lainnya dan membeli saham-saham dengan valuasi lebih rendah.

Pembuat perangkat lunak TechnologyOne Ltd adalah pecundang teratas di sub-indeks, merupakan hari terburuknya sejak Mei 2021, setelah pialang Jefferies memangkas peringkat sahamnya.

Melawan tren, saham-saham energi domestik terangkat 1,5 persen didukung oleh lonjakan 3,0 persen harga minyak ke level tertinggi satu minggu, setelah langkah Amerika Serikat dan negara konsumen lainnya untuk melepaskan puluhan juta barel minyak dari cadangan untuk mencoba mendinginkan pasar gagal memenuhi harapan.

Woodside Petroleum menjadi pendorong utama sub-indeks, melonjak 2,8 persen, sementara saingan yang lebih kecil Santos dan Oil Search masing-masing bertambah 2,4 persen dan 1,9 persen.

Perusahaan pendaftaran pemegang saham Australia Link Administration Holdings adalah peraih keuntungan tertinggi pada indeks acuan, sehari setelah menerima proposal baru yang tidak diminta dari LC Financial Holdings yang berbasis di Irlandia untuk membeli bisnis perbankan dan manajemen kreditnya.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru relatif tidak berubah di perdagangkan di 12.687,29 poin.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz