Saham Hong Kong berakhir melonjak didorong sektor teknologi

Hong Kong (ANTARA) – Saham-saham Hong Kong menguat pada Rabu, dengan indeks Hang Seng mencatat persentase kenaikan harian terbesar dalam tiga bulan karena kesaksian yang kurang hawkish dari yang diperkirakan dari Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengangkat saham teknologi di seluruh kawasan.

Pada penutupan perdagangan, indeks Hang Seng (HSI) melonjak 663,11 poin atau 2,79 persen menjadi berakhir pada 24.402,17 poin, merupakan persentase kenaikan harian terbesar sejak 7 Oktober.

Perusahaan-perusahaan teknologi memimpin kenaikan, dengan indeks yang melacak sektor tersebut juga naik paling tinggi dalam tiga bulan, ditutup melambung 5,64 persen.

Perusahaan teknologi memimpin rebound global dalam ekuitas setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell memberikan komentar yang kurang hawkish dari yang diharapkan dalam kesaksiannya di depan Kongres.

Indeks teknologi Hong Kong terangkat 4,0 persen sepanjang tahun ini setelah jatuh hampir sepertiga pada 2021 karena kekhawatiran investor atas pengetatan kontrol peraturan.

Investor juga didorong oleh pertumbuhan harga produsen yang lebih lambat dari perkiraan di China pada Desember, yang diharapkan menawarkan lebih banyak ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 2,91 persen menjadi 8.612,85 poin, persentase kenaikan harian terbesar sejak 7 Desember.

Sementara itu, indeks properti daratan berkinerja buruk pada Rabu, merosot 1,38 persen di tengah berlanjutnya kekhawatiran atas kemampuan pengembang untuk membayar utang mereka.

Perusahaan properti yang dikendalikan oleh pengembang Shimao Group Holdings, Kaisa Group Holdings, dan Greenland Group disebutkan dalam daftar perusahaan China yang “secara konsisten terlambat” dalam pembayaran commercial paper.

Penguat teratas di Hang Seng adalah JD.Com Inc yang melonjak 10,98 persen, sedangkan kerugian terbesar adalah pengembang Country Garden Holdings Co Ltd yang jatuh 2,71 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz