Saham Jepang ditutup lebih rendah, indeks Nikkei jatuh 0,90 persen

Pasar Jepang terseret oleh penutupan Wall Street yang lemah selama dua sesi berturut-turut dan sentimen investor berhati-hati mengenai prospek kebijakan moneter AS

Tokyo (ANTARA) – Saham-saham Jepang berakhir lebih rendah pada Selasa, mengikuti Wall Street yang melemah semalam di tengah kehati-hatian tentang kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve AS segera setelah Maret, sementara imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi mendorong aksi jual di saham teknologi.

Indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) tergelincir 0,90 persen atau 256,08 poin menjadi ditutup pada 28.222,48 poin, sedangkan Indeks Topix yang lebih luas turun 0,44 persen atau 8,86 poin menjadi menetap di 1.986,82 poin.

“Pasar Jepang terseret oleh penutupan Wall Street yang lemah selama dua sesi berturut-turut dan sentimen investor berhati-hati mengenai prospek kebijakan moneter AS,” Shoichi Arisawa, manajer umum departemen riset investasi di IwaiCosmo Securities, mengatakan.

Saham-saham AS jatuh semalam, karena taruhan bahwa Fed dapat menaikkan suku bunga segera setelah Maret, membuat investor mengurangi aset berisiko dan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun ke level tertinggi dua tahun.

“Sulit untuk membuat taruhan aktif menjelang rilis data IHK (indeks harga konsumen) di AS,” tambah Arisawa.

Data inflasi konsumen AS untuk Desember akan dirilis pada Rabu (12/1), dengan IHK utama diperkirakan mencapai 7,0 persen secara tahun-ke-tahun, meningkatkan kasus untuk kenaikan suku bunga lebih awal.

Saham-saham teknologi menyeret Nikkei lebih rendah, dengan pembuat peralatan pembuat chip Tokyo Electron kehilangan 3,34 persen, investor perusahaan rintisan teknologi global SoftBank Group merosot 2,35 persen dan pembuat sensor Keyence anjlok 7,89 persen.

Nippon Paint Holdings terjungkal 12,28 persen setelah pembuat bahan pelapis itu mengatakan para pemegang sahamnya berencana untuk menjual sahamnya di pasar publik.

Karena investor terus mengalihkan uang mereka ke perusahaan-perusahaan yang lebih besar di tengah kenaikan suku bunga di AS, pembuat pemanggang roti kelas atas Jepang Balmuda yang tercatat sekitar dua tahun lalu, anjlok 5,8 persen setelah menangguhkan penjualan ponsel yang diluncurkannya pada November.

Imbal hasil obligasi yang lebih tinggi membantu saham perusahaan asuransi dan bank yang masing-masing terangkat 2,74 persen dan 2,57 persen, sementara perusahaan pialang meningkat 2,19 persen.

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2022

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz