Saham Kore Selatan ditutup lebih rendah, KOSPI tergerus 3,04 poin

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Korea Selatan ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu, karena meningkatnya spekulasi pengetatan kebijakan moneter AS lebih awal dari perkiraan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan kasus harian COVID-19 di negara itu menyentuh rekor tertinggi, sementara won menguat dan imbal hasil obligasi turun.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) turun tipis 3,04 poin atau 0,10 persen menjadi menetap di 2.994,29 poin, setelah jatuh 0,53 persen sehari sebelumnya.

Korea Selatan melaporkan rekor harian 4.116 kasus baru untuk Selasa (23/11/2021), saat negara itu berjuang untuk menahan lonjakan kasus serius setelah beralih ke rencana “hidup bersama COVID-19”.

Di antara saham-saham kelas berat, raksasa teknologi Samsung Electronics turun 0,66 persen, sementara rekannya SK Hynix dan pembuat baterai LG Chem masing-masing naik 0,42 persen dan 0,95 persen. Perusahaan platform Naver merosot 1,25 persen.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 316,6 miliar won (266,89 juta dolar AS) di papan utama.

Taylor, Texas telah dipilih sebagai lokasi pabrik baru Samsung senilai 17 miliar dolar AS untuk membuat chip canggih untuk fungsi-fungsi seperti seluler, 5G, komputasi kinerja tinggi, dan kecerdasan buatan, kata perusahaan itu.

Sementara itu, bank sentral Selandia Baru menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya dalam beberapa bulan pada Rabu, hanya sehari sebelum bank sentral Korea Selatan mengadakan pertemuan kebijakan terakhir tahun ini, di mana secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga juga.

Won dikutip pada 1.186,5 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, naik 0,27 persen dari penutupan sehari sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.186,1 per dolar, naik 0,3 persen, sementara dalam perdagangan non-deliverable forward, kontrak satu bulannya dikutip pada 1.186,6.

Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka Desember pada obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,07 poin menjadi 108,40. Sementara imbal hasil obligasi pemerintah Korea 10-tahun yang jadi acuan turun 0,6 basis poin menjadi 2,394 persen.

Baca juga: Saham Korea Selatan jatuh tertekan kekhawatiran kenaikan suku bunga
Baca juga: Saham Korea Selatan berakhir merosot, jelang keputusan bank sentral AS
Baca juga: Saham Korea Selatan menguat didukung data ekspor yang optimis

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz