Saham Korsel melemah, kenaikan sektor teknologi batasi kerugian

Seoul (ANTARA) – Saham-saham Korea Selatan jatuh pada perdagangan Selasa pagi, mencatat penurunan sesi keempat dalam lima sesi terakhir, karena sentimen risiko melemah tertekan meningkatnya taruhan untuk kenaikan suku bunga AS lebih awal dari perkiraan, sementara won menguat dan imbal hasil obligasi turun.

Indikator utama Bursa Efek Korea, Indeks Harga Saham Gabungan Korea (KOSPI) tergerus 11,38 poin atau 0,39 persen, menjadi diperdagangkan di 2.915,34 poin pada pukul 02.10 GMT, menyusul penurunan 0,95 persen pada Senin (10/1/2022). Indeks acuan telah jatuh 2,09 persen sepanjang tahun ini.

Pasar Korea Selatan mengikuti kerugian semalam di Wall Street karena spekulasi kenaikan suku bunga, yang bisa terjadi pada awal Maret, membuat investor mengurangi aset-aset berisiko dan mengangkat imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun ke level tertinggi dua tahun.

Investor menunggu hasil dengar pendapat calon Ketua Federal Reserve Jerome Powell di kemudian hari dan data inflasi AS untuk Desember yang akan dirilis pada Rabu (12/1/2022).

Sementara itu, bank sentral Korea Selatan (BoK) dijadwalkan akan mengadakan pertemuan kebijakan moneter pada Jumat (14/1/2022).

Saham-saham industri besar sektor teknologi naik, membatasi penurunan indeks acuan dengan raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing menguat 0,26 persen dan 1,20 persen, sementara perusahaan platform Naver (035420.KS) terangkat 0,45 persen.

Investor asing adalah pembeli bersih saham senilai 134,2 miliar won (112,26 juta dolar AS) saham di papan utama.

Beberapa hari sebelum menetapkan harga IPO 10,7 miliar dolar AS, pembuat baterai Korea Selatan LG Energy Solution memperkirakan pangsa pasarnya akan menyalip saingan utama CATL dan mengatakan pihaknya menargetkan untuk margin operasi dua digit.

Won dikutip pada 1.196,0 per dolar di platform penyelesaian transaksi dalam negeri, 0,26 persen lebih tinggi dari penutupan sehari sebelumnya.

Dalam perdagangan luar negeri, won dikutip pada 1.195,1, sedangkan dalam perdagangan non-deliverable forward, kontrak satu bulannya dikutip pada 1.194,8.

Di pasar uang dan utang, kontrak berjangka Maret pada obligasi pemerintah tiga tahun naik 0,04 poin menjadi 108,30. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan turun 1,1 basis poin menjadi 2,473 persen.

Baca juga: Saham Korea Selatan jatuh karena aksi jual institusional berlanjut
Baca juga: Saham Korea Selatan turun tipis di tengah perdagangan yang lesu
Baca juga: Saham Korea Selatan naik, ikuti penguatan Wall Street

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2022

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz