Saham Prancis hentikan keuntungan, indeks CAC 40 tergerus 0,78 persen

Tercatat hanya enam saham yang berhasil mencetak keuntungan dan 34 saham lainnya mengalami kerugian

Paris (ANTARA) – Saham-saham Prancis berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin (11/1/2021), menghentikan keuntungan tiga hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris tergerus 0,78 persen atau 44,45 poin, menjadi menetap di 5.662,43 poin.

Indeks CAC 40 bertambah 0,65 persen atau 37,03 poin menjadi 5.706,88 poin pada Jumat (8/1/2021), setelah terangkat 0,70 persen atau 39,25 poin menjadi 5.669,85 poin pada Kamis (7/1/2021), dan menguat 1,19 persen atau 66,00 poin menjadi 5.630,60 poin pada Rabu (6/1/2021).

Dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang menjadi komponen indeks CAC 40, tercatat hanya enam saham yang berhasil mencetak keuntungan dan 34 saham lainnya mengalami kerugian.

Baca juga: Saham Prancis terus menguat, indeks CAC 40 bertambah 0,65 persen

Perusahaan jasa pembayaran dan layanan transaksional Prancis Worldline mengalami kerugian paling banyak (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 3,93 persen.

Disusul oleh saham perusahaan konsesi dan konstruksi Prancis Vinci yang kehilangan 3,71 persen, serta perusahaan penyedia jasa konsultasi, teknologi, profesional, dan outsourcing multinasional Prancis Capgemini turun 2,91 persen.

Di sisi lain, dikutip dari Xinhua, perusahaan produsen elektronik dan semikonduktor multinasional Prancis-Italia STMicroelectronics terangkat 1,15 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Diikuti oleh saham perusahaan farmasi multinasional Sanofi yang menguat 0,57 persen, serta perusahaan peritel multinasional Prancis Carrefour naik 0,56 persen.

Baca juga: Saham Inggris balik melemah, indeks FTSE 100 terpangkas 1,09 persen
Baca juga: Saham Jerman balik melemah, indeks DAX 30 merosot 0,80 persen

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, EkoBiz