Saham-saham ini jadi top gainers di 2020, bagaimana rekomendasi sahamnya?

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona merah atau melemah 0,95% ke level 5.979,07 pada perdagangan terakhir tahun 2020, Rabu (30/12). Secara year to date, IHSG terkoreksi sebesar 5,09%.

Berdasarkan RTI, pada perdagangan Rabu (30/12), tercatat 143 saham naik, 365 saham terkoreksi, dan 119 saham diam di tempat. Adapun volume perdagangan tercatat 24,71 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,51 triliun.

Sejumlah saham mencetak kenaikan harga tertinggi pada tahun lalu adalah PT BRI Syariah Tbk (BRIS) yang melesat 581,82% ke harga Rp 2.250 per saham, disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) yang meroket 422,73% menuju harga Rp 1.035 per saham, PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) meroket 240% ke harga Rp 4.250 per saham, PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) naik 171,96% ke harga Rp 575 per saham.

Baca Juga: Prospek sejumlah saham pembagi dividen di tahun lalu

Kemudian, PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR) menguat 142,05% menuju harga Rp 1.065 per saham dalam setahun, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) merangkak 130,36% ke harga Rp 1.935 per saham.

Lalu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menguat 127,10% ke harga Rp 2.430 per saham, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) melesat 116,05% ke harga Rp 350 per saham, PT Timah Tbk (TINS) naik 80% ke harga Rp 1.485 per saham, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) menguat 40,79% ke harga Rp 428 per saham.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, saham-saham tersebut menguat seiring dengan adanya aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Pertama, saham BRIS yang mulai meroket setelah ada rencana merger dengan bank-bank syariah.

“Harga ANTM dan TINS menguat salah satunya karena kabar holding Indonesia Battery,” ujarnya ketika dihubungi Kontan, Minggu (3/1).

Selain itu, kenaikan harga emas di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi saat Covid-19 turut mendorong harga saham ANTM dan MDKA. Sementara itu, masuknya KB Kookmin Bank sebagai pemegang saham pengendali BBKP dinilai menjadi sentimen positif untuk pergerakan harga saham BBKP.

Menurut Nafan, masuknya Kookmin ke Bukopin memberikan optimisme yang tinggi bagi pelaku usaha Korea Selatan di Indonesia. Dalam catatan Kontan, saat ini terdapat sekitar 2.000 perusahaan besar, kecil, dan menengah asal Korea Selatan seperti Samsung, Hyundai Motor, LG dan lain-lain. Dari jumlah tersebut, sekitar 190 perusahaan merupakan nasabah Kookmin di Korea Selatan.

Baca Juga: Walau January Effect akan terbatas, IHSG diprediksi tetap menguat di bulan ini

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


__Posted on
__Categories
EkoBiz, Kontan