SEA-IGF Perdana Digelar untuk Tingkatkan Proses Transformasi Digital

RUPANYA Southeast Asia Internet Governance Forum (SEA-IGF) menggelar perhelatan perdananya. SEA-IGF pertama ini diikuti 1600 peserta daring, dari berbagai negara yang bahkan berada di luar Asia Tenggara.

Penyelenggaraan SEA-IGF diharapkan dapat meningkatkan wawasan para pelaku usaha serta stakeholder lain terkait perkembangan terbaru dari proses transformasi digital yang terus dipercepat dengan adanya pandemi Covid-19.

 digital

Diharapkan juga wawasan ini dapat meningkatkan daya saing dan paparan usaha Indonesia dalam pasar global.

“Kami juga berharap bahwa forum ini dapat menghasilkan rekomendasi aksi dalam tantangan digitalisasi ini yang dapat digunakan oleh stakeholder untuk kemanjuan ekonomi,” kata Ketua Bidang Humas Apjatel Anna Roos Diana.

Salah satu pembahasannya mengenai data. Dalam prakteknya, data skala besar dikumpulkan baik oleh pemerintah maupun swasta dengan berbagai alasan dan tujuan.

Inovasi ini juga harus dibarengi dengan kemajuan hukum dalam bidang teknologi, yang tujuannya untuk mengurangi risiko terjadinya penyalahgunaan.

Selain itu, perlindungan hukum juga akan menjamin setiap inovasi teknologi akan sesuai dengan prinsip-prinsip hak atas perlindungan privasi.

“Kehadiran UU Perlindungan Data Pribadi setidaknya dapat menjawab sejumlah kebutuhan data pribadi yang sebenarnya,” ujar Anna.

Menanggapi kebutuhan undang-undang perlindungan data yang komprehensif, beberapa negara Asia Tenggara telah melakukan reformasi terhadap undang-undang perlindungan datanya, mulai dari Malaysia (2010), Singapura (2012), Filipina (2012), Thailand (2019), dan saat ini Indonesia dan Vietnam sedang dalam proses.

Dengan terbentuknya UU Perlindungan Data Pribadi yang komprehensif, maka pelanggaran atas hak yang dilakukan dapat diminimalisir dan memberi efek jera.

Tetapi sebelum itu terbentuk, maka belum ada payung hukum untuk menangani masalah terkait hak asasi secara digital. Dalam hal tersebut, pemangku kepentingan diharapkan dapat bekerja sama untuk mempromosikan perlindungan data dan prinsip privasi ini, mendorong peraturan yang lebih jelas dan baku.

(DRM)

__Posted on
__Categories
Infotek, Okezone

Leave a Reply