Sekolah di Bali Dibolehkan Gelar PTM, Siswa Diberi Opsi Belajar Daring

Merdeka.com – Seluruh sekolah di Bali sudah diperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas menyusul turunnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) daerah ini ke level 3. Namun, ada persyaratan yang ketat bagi sekolah yang ingin menyelenggarakannya.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali I Ketut Ngurah Boy Jayawibawa memaparkan, aturan PTM mengacu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 42 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 Covid-19 Jawa-Bali.

“Kalau untuk PTM itu kita sebenarnya sudah siap dengan turunnya Inmendagri 42. Sudah bisa dilaksanakan tatap muka sebenarnya,” kata Boy saat dihubungi Rabu (15/9).

Ia menerangkan, ada dua opsi metode belajar pada PPKM Level 3. Siswa dapat mengikut PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh atau daring.

“Jadi, orang tua siswa ada dua opsi yang sekarang dan boleh. Tetapi pengertian boleh itu tidak serta merta sekolah bebas, tetapi harus waspada,” imbuhnya.

Sekolah yang akan menggelar PTM terbatas wajib memenuhi sejumlah persyaratan. Pihak sekolah memiliki alat-alat protokol kesehatan, thermogun, hand sanitizer, tempat cuci tangan. Durasi belajar tatap muka hanya 1,5 jam.

“Untuk kantin harus ditutup, pemisahan jarak (antarsiswa) 1,5 meter, dan seterusnya. Dan yang terakhir adalah harus ada izin dari orang tua siswa. Kalau memang diizinkan buat surat izin, kalau memang tidak diizinkan, tetap si anak mendapatkan hak pelayanan pendidikan melalui daring,” jelasnya.

“Orang tua jangan khawatir. Jika belum berani atau melepas anaknya, pembelajaran bisa melalui daring. Kami menyadari itu, jadi ada dua opsi yang kami siapkan,” ungkapnya.

Sekolah yang akan melaksanakan PTM terbatas juga harus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat. “Dan yang terakhir, jika ditemukan ada terkonfirmasi positif Covid-19, sekolah wajib ditutup sementara,” ujarnya.

Saat ini beberapa sekolah di Bali sudah melakukan PTM terbatas. “Sudah ada, tetapi itupun kebetulan siswanya sangat sedikit. PTM itu setidaknya 50 persen. Kalau 50 persen maksimal dia 18 (siswa). Tetapi, ada beberapa sekolah-sekolah swasta yang memang muridnya sedikit hanya 15 (siswa) tentu dia bawah kriteria 50 persen,” sebutnya.

Bila PTM terbatas sudah dilaksanakan sekolah-sekolah di Bali, Disdikpora akan mengawasi dengan ketat . Mereka akan memberikan teguran kepada kepala sekolah yang melanggar syarat PTM terbatas. “Kalau di lapangan tidak sesuai dengan harapan kita, bergerombol berkerumun, kita akan kasih peringatan kepada kepala sekolah,” tutup Boy. [yan]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum