Sempat Terkendala Aturan, Insentif Nakes Jabar Disalurkan Bulan Ini

Merdeka.com – Pencairan dana insentif untuk tenaga kesehatan (Nakes) di Jawa Barat yang menangani pasien Covid-19 segera diselesaikan bulan ini. Proses ini sempat terkendala aturan meski anggaran sudah siap.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar, Nina Susana Dewi mengatakan, seluruh rumah sakit sudah mengajukan pencairan insentif untuk nakes lengkap dengan persyaratan administrasinya.

Di Jawa Barat terdapat lebih dari 41.000 tenaga kesehatan yang menerima insentif penanganan Covid-19. Mereka terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat dan tenaga medis lainnya, masing-masing mendapatkan insentif yang bervariatif.

Pembayaran dana insentif nakes yang menangani Covid-19 sempat terhambat. Salah satu faktornya karena belum semua rumah sakit mengajukan, dan adanya peraturan baru Kemenkes No 12/2021 dan perubahan nomenklatur dalam Permendagri yang baru turun pada April 2021.

“Perubahan aturan itu mengakibatkan harus adanya penyesuaian yang membutuhkan waktu. Jadi ini masalahnya teknis saja, sehingga hingga pertengahan Juli kemarin baru 34 persenan lebih yang terbayarkan,” terang dia.

“Namun karena saat ini semua perubahan aturan itu sudah bisa kita ikuti, maka InsyaAllah bulan Juli ini semua bisa tersalurkan,” kata Nina.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar Nanin Hayani Adam menegaskan terhambatnya pembayaran insentif tenaga kesehatan bukan karena faktor tidak tersedianya anggaran.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menganggarkan Rp 59,2 miliar untuk dana insentif ini dalam APBD TA 2021 “Dalam APBD sudah kita anggarkan, jadi ini bukan masalah dana, tetapi soal perubahan aturan,” tutup dia. [fik]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum