Shell masih tunggu perkembangan EV di Indonesia untuk bangun SPKLU

Jakarta (ANTARA) – Shell Indonesia yang baru saja meluncurkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia, berencana untuk menambah SPKLU lainnya jika memang populasi kendaraan listrik di Indonesia tumbuh.

VP Marketing Shell Mobility Indonesia, Vanda Laura mengungkapkan bahwa untuk tahun ini, Shell Indonesia hanya bangun satu SPKLU. Tidak menutup kemungkinan ke depannya akan terus bertumbuh SPKLU milik Shell.

“Tahun ini, kami hanya bangun satu SPKLU dulu, ke depannya seiring bertumbuhnya kendaraan listrik kami juga pasti akan tambah,” ungkap Vanda Laura pada saat peluncuran Shell V-Power Nitro+, Rabu (7/4).

Dalam hal ini, ia meyakini bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia akan bertumbuh dengan cepat, dikarenakan para Agen Pemegang Merek (APM) berbondong-bondong mendatangkan kendaraan listrik mereka ke Indonesia.

“Saya ras perkembangan EV di Indonesia akan cepat berkembang, karena banyak APM yang melirik kendaraan elektrifikasi,” kata Vanda.

Sebagaimana diketahui bersama, Shell Indonesia baru saja membangun SPKLU pada 26 Maret yang lalu yang terletak di Pluit, Jakarta Utara, dengan daya pengisian fast charging sebesar 50kW.

Untuk waktu pengisian, SPKLU miliki Shell ini bisa melakukan pengisian daya dari 0 sampai 80 persen bisa dilakukan dalam waktu 30 menit.

Baca juga: Porsche gandeng Shell bangun SPKLU Malaysia-Singapura

Baca juga: Shell Indonesia memperkenalkan SPKLU pertama

Baca juga: Dukung kendaraan listrik, Jasa Marga hadirkan SPKLU di empat rest area

Pewarta: KR-CHA
Editor: Ida Nurcahyani
Copyright © ANTARA 2021

__Posted on
__Categories
Antara News, Otomotif