Simulasikan Serangan, Kapal Selam Zionis Tak Tahu Israel dan Hamas Perang 11 Hari

HAIFA – Ketika perang pecah 11 hari di Gaza bulan lalu dan ribuan roket menghujani Israel , orang-orang yang mengoperasikan kapal selam Leviathan Angakatan Laut Israel tidak tahu apapun yang terjadi di darat. Saat perang itulah, kapal selam tersebut menyelam untuk mensimulasikan serangan.

Militer Israel tidak memberitahu para kru kapal selam itu agar misi mereka tidak terganggu.

Baca juga: Israel Sambut Kapal Perang Sa’ar 6 Kedua, Ini Deretan Senjata Canggihnya

Baca Juga:

“Kami secara definisi diam-diam dan, sampai taraf tertentu, terisolasi di laut. Kinerja kami bergantung pada fokus kami,” kata seorang perwira senior Angkatan Laut yang menolak diidentifikasi kepada Reuters di atas kapal Leviathan selama pelatihan.

Spekulasi telah menyeruak tentang peran armada lima kapal selam kelas Dolphin Israel, yang masing-masing harganya sekitar USD500 juta. Yang keenam dipesan dari pabrikan Jerman.

Beberapa analis menyatakan kapal selama ini diduga mampu meluncurkan rudal berhulu ledak nuklir.

Sekitar sepertiga ukuran raksasa kapal selam bertenaga nuklir Amerika Serikat atau Rusia, dan dengan mesin diesel-listrik yang membatasi durasi bawah air hingga dua atau tiga minggu, kapal selam kelas Dolphin ini dirancang terutama untuk berpatroli di pantai Mediterania.

Namun pada 2019 Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga menugaskan Angkatan Laut untuk menangani musuh bebuyutan Israel; Iran.

Pada bulan Januari, sebuah kapal selam kelas Dolphin Israel melakukan kunjungan langka ke Laut Merah, di mana beberapa kapal yang terkait dengan Iran telah disabotase.

Baca juga: Militer China Sebar Poster Ancaman untuk Taiwan Berbunyi ‘Bersiaplah untuk Perang’

Bagian senjata bawah dek kapal selam Leviathan terlarangbagiReuters. Begitu juga diskusi tentang operasi yang sebenarnya.

Mengayunkan periskop untuk mengintip kapal kargo di atas, kapten memerintahkan penyelaman yang lebih dalam dan simulasi serangan. Tampilan ruang kontrol menunjukkan tabung torpedo Leviathan “kebanjiran” atau tanda siap diluncurkan.

Lantainya miring, kru ruang kontrol bersandar pada tanjakan. Beberapa puluh meter ke bawah, Leviathan beralih dari diesel ke tenaga listrik. Untuk menjaga ketenangan yang dihasilkan, para awak melewati penargetan dan perintah tembakan dalam gumaman, diperkuat dengan ketukan jari di punggung rekan-rekan.

__Posted on
__Categories
SindoNews, Umum