Strategi Fintech Crowdo Bantu UMKM Naik Kelas

Merdeka.com – Chief Operating Officer Crowdo, Nur Vitriani optimis Fintech Crowdo bisa bersaing dengan fintech lending sejenis. Sebab, perusahaannya tidak hanya menawarkan pembiayaan pelaku UKM saja, melainkan ikut berperan dalam meningkatkan produktivitas nasabahnya.

“Crowdo bukan peer to peer lending biasa. Crowdo ini neo bank yang punya izin usaha dan kami ini fokus bantu teman-teman membuatkan kegiatan operasional,” kata Vitriani dalam Virtual Press Conference UKM maju bersama Crowdo, Jakarta, Selasa (23/2).

Untuk itu, Crowdo membuat platform digital yang bisa mengajak pelaku usaha UKM agar bisa naik kelas. Caranya dengan menggunakan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya. “Mengelola transaksi seperti sekarang ini tidak cukup,” kata dia.

Crowdo mendorong para pelaku usaha untuk bisa mengakses pasar global. Selain itu, Crowdo menuntut pelaku usaha untuk bersaing dengan produk luar yang membanjiri pasar Indonesia.

“Sekarang ini bukan hanya kita yang harus ke luar, tapi banyak produk global masuk ke Indonesia dan menyerang produk Indonesia,” kata dia.

Dengan demikian, digitalisasi bagi pelaku usaha bukan lagi sebuah keharusan melainkan keniscayaan. Pelaku UKM harus bisa mengatur rantai pasok dengan baik. “Sehingga ini bisa jadi solusi dari mereka dan ini yang membedakan kami dengan teman-teman sejenis di industri fitech,” kata dia.

“Kami bukan hanya fintech lending, tapi kami neo bank. Neo bank future ini bukan di awang-awang tapi bisa dinikmati UKM Indonesia,” kata Vitriani menambahkan. [idr]

__Posted on
__Categories
Merdeka, Umum