Sumut Berpeluang Gelar Pembelajaran Tatap Muka SMA Awal Februari

Kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk SMA sederajat di Sumatra Utara berpeluang dilaksanakan mulai Februari 2021 dengan berbagai persyaratan protokol kesehatan yang ketat.

Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara Lasro Marbun mengatakan provinsinya belum bisa menggelar pembelajaran tatap muka mulai awal Januari 2021. “Hal itu merupakan salah satu rekomendasi yang diberikan kepada Gubernur berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, pada akhir tahun kemarin,” paparnya saat dikonfirmasi, Minggu (3/1).

Dalam rakor tersebut seluruh ahli kesehatan (epidemiolog, dokter anak dan psikolog) menyatakan tidak mendukung pembelajaran tatap muka dimulai bulan Januari 2021 karena tingkat penularan yang masih tinggi. Terlebih, kasus Covid-19 pada anak di Sumut juga masih meningkat.

Forum rapat merekomendasikan pembelajaran tatap muka paling cepat digelar kembali mulai 1 Februari 2021. Namun dengan memertimbangkan zonasi risiko Covid-19 tiap wilayah dan kesiapan pelaksanaan protokol kesehatan.

Pelaksanaan pembelajaran tatap muka juga harus memerhatikan daftar periksa, atau syarat yang harus dipenuhi sekolah sesuai dengan SKB 4 Menteri. Yakni dimulai dari pembukaan SMA dan SMK.

Pembelajaran tatap muka juga harus dengan pengawasan dan pengendalian yang sangat ketat per hari untuk per kelas serta per sekolah oleh wali  kelas dan bersama manajemen sekolah.

Kemudian pengawasan per minggu oleh kabupaten/kota dan cabang dinas serta pengawasan per bulan oleh Dinas Pendidikan Provinsi.

“Untuk PAUD, TK, SD, SMP dan SLB belum direkomendasikan,” kata Lasro.

Kemudian apabila ditemukan kasus konfirmasi Covid-19 di sebuah sekolah, maka sekolah itu wajib ditutup sementara dan dilakukan penanganan sesuai dengan tatalaksana kesehatan.

Selanjutnya, direkomendasikan bahwa pengawasan terhadap pembelajaran tatap muka dilakukan secara berjenjang. Mulai dari Tim Covid-19 masing-masing sekolah, Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab/Kota.

Kemudian Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara cq Satgas Covid-19 Kab/Kota dan Satgas Covid-19 Provinsi bersama dengan organisasi profesi kesehatan yang terkait.

“Juknis atau SOP akan disusun sesegera mungkin, termasuk di dalamnya jadwal pemeriksaan swab PCR bagi warga satuan pendidikan dan bagaimana pembiayaannya,” terang Lasro.

Untuk itu juga, tim gabungan bidang pendidikan, kesehatan, dan organisasi profesi kesehatan terkait akan dibentuk. Mereka akan bertugas melakukan evaluasi persiapan dan kesiapan terhadap 1.422 SMA dan SMK di 33 kab/kota se-Sumut.

Kendati demikian, sesuai dengan SKB 4 Menteri, para pesert didik yang belum diizinkan orangtuanya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka sebelum pandemi berakhir harus tetap mendapatkan pembelajaran secara daring dari guru. (YP/OL-10)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum