Tangis Haru Nenek Rusmana saat Dibantu Beras oleh Prajurit Kodam Siliwangi

BANDUNG – Tangis haru nenek Rusmana (74) pecah saat dikunjungi oleh prajurit TNI dari Kodam III/Siliwangi bersegaram loreng dan membawa senapan, Jumat (20/11/2020). Nenek Rusmana tak kuasa menahan air mata yang membasahi pipinya saat Kapten Inf Sugeng Rohmat menyampaikan bahwa kedatangan rombongan prajurit Kodam Siliwangi untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan sedikit bantuan beras.

Nenek Rusmana tak dapat banyak berucap. Dia hanya menangis dan terus mendoakan para prajurit TNI yang mengunjungi dan memberikan beras itu. Tatapan mata haru nenek Rusmana tak lepas hingga para prajurit TNI meninggalkan rumahnya dan tak terlihat di kejauhan. (Baca juga: Kasad Andika Beri Penghargaan kepada Prajurit Pindah Tugas di Kampung Halaman)

Tangis Haru Nenek Rusmana saat Dibantu Beras oleh Prajurit Kodam Siliwangi

Keharuan juga dirasakan para prajurit Kodam III/Siliwangi yang tengah melaksanakan tugas teritorial itu. Mereka melihat kondisi memprihatinkan nenek Rusmana (74) yang hidup bersama seorang cucunya. (Baca juga: Tragis, 10 Penambang Emas Ilegal di Kotawaringin Barat Terkubur Longsor)

Nenek Rusmana tinggal di rumah tak layak huni di Kampung Laspada, Desa Pulosari, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Untuk kehidupan sehari-hari, dia bergantung kepada belas kasih dan uluran bantuan orang lain.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) III/Siliwangi Kolonel TNI (Inf) FX Sri Wellyanto Kasih mengatakan, di Kecamatan Pangelangan, Kabuapten Bandung dan sekitarnya, Kodam III/Siliwangi sedang menggelar latihan Pratugas Penebalan Satuan BKO Kodim Persiapan di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari.

Baca Juga:

“Prajurit-prajurit tersebut yang sudah menerima surat perintah dan akan melaksanakan tugas Penebalan Satuan BKO di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih dan Kodam XVIII/Kasuari,” kata Kapendam III/Siliwangi dalam keterangan tertulis.

Latihan tersebut, ujar Kolonel TNI (Inf) FX Sri Wellyanto, dimulai sejak 7 November dan akan berakhir pada 27 November 2020. Sedangkan Penebalan Satuan BKO merupakan kebijakan pimpinan TNI Angkatan Darat untuk menggelar kekuatan secara tersebar di seluruh wilayah NKRI, khususnya perbatasan, pulau terluar, dan pengamanan daerah rawan lainnya.

“Dalam tugas itu, sasarannya adalah untuk menjadikan satuan kewilayahan sebagai penjuru terdepan yang memiliki kemampuan pembinaan teritorial seluruh wilayah NKRI sampai dengan daerah terpencil maupun pulau-pulau terluar,” pria yang akrab disapa Welly ini.

__Posted on
__Categories
SindoNews, Umum