Tangkal Korona, Pemerintah Harus Bangun Komunikasi ke Massa Rizieq

EPIDEMIOLOG Universitas Indonesia Tri Yunis Miko meminta pemerintah memerbaiki pola komunikasi untuk mencegah dan menanggulangi covid-19 terutama pada massa pendukung tokoh FPI Rizieq Shihab.

Ia mengatakan massa pendukung FPI adalah mereka yang sedikit percaya adanya covid-19 serta tidak memahami bahwa virus tersebut bisa membahayakan nyawa manusia.

Yunis menjelaskan metode komunikasi harus disesuaikan dengan kalangan yang akan menjadi penerima.

“Ada juga golongan mereka yang dalam tanda kutip ini sangat menokohkan seseorang atau paham tertentu dalam beragamanya misalnya mendukung FPI dan pemimpinnya. Orang-orang ini saya bisa bilang, mereka itu tidak takut mati. Buat mereka mati adalah urusan takdir. Karena itu metode komunikasi ke mereka pun harus berbeda dengan yang lain,” kata Yunis saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (22/11).

Jika pemerintah tidak segera menemukan metode komunikasi yang tepat, penyebaran covid-19 bisa semakin meluas. Sebab, kepulangan Rizieq Shihab yang selama ini tinggal di Arab Saudi sejak 2017 berpotensi akan terus mengundang munculnya kerumunan di berbagai daerah.

Pola komunikasi yang bisa diterangkan yakni dengan menjelaskan terkait menghindari penyakit.

“Mati memang sudah takdir tapi yang namanya penyakit itu bisa dihindari jika kita melakukan pencegahan dan penanggulangan sedini mungkin,” ungkapnya.

“Intinya pemerintah harus berupaya agar saru frekuensi dengan mereka. Kalau tidak ya susah,” pungkasnya. (OL-8)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum