Teknologi yang Aman Penting untuk Mendukung Kerja Jarak Jauh

PENELITIAN global terbaru yang dilakukan oleh Kaspersky terhadap 8.000 pekerja UKM di berbagai industri mengungkapkan, hampir tiga perempat karyawan arau 74% dari responden enggan kembali ke cara kerja sebelum pandemi Covid-19. Alih-alih kembali ke bisnis seperti biasa, para pekerja di seluruh dunia kini dapat membentuk masa depan bisnis sesuai keinginan mereka.

Hampir dua dari lima karyawan atau 39% dari total responden ingin meninggalkan sistem bekerja 9 to 5.  Angka itu bahkan lebih besar untuk mereka yang berusia 25-34 tahun, yakni mencapai 44%.

Hal itu mengindikasikan tren bekerja fleksibel sedang berkembang. Bahkan sebanyak 32% di antaranya juga berpikir untuk mengakhiri sistem bekerja lima hari dalam seminggu.

Namun, karena karyawan semakin menjunjung cara kerja modern dan fleksibel, penting bagi bisnis untuk mendukung dengan cara meningkatkan dan menyesuaikan fasilitas yang dibutuhkan. Di antaranya kecanggihan teknologi dan sistem keamanan. Selama ini sistem keamanan pusat data atau website kerap masih diabaikan.

“Jelas pandemi ini telah mempercepat transformasi digital dan sekaligus memadukan kehidupan kerja dan pribadi kita. Apa yang sekarang kami lihat adalah karyawan memanfaatkan teknologi untuk memiliki masa depan baru, dan secara aktif merangkul perubahan dalam mengejar kebebasan dan fleksibilitas yang lebih besar,” ujar Alexander Moiseev, Chief Business Officer di Kaspersky, dalam siaran pers, Jumat, (20/11).

Sistem keamanan dan kecanggihan harus jadi prioritas perusahaan. Dengan begitu bisnis dapat terus berjalan dengan maksimal dan aman meski terdapat perubahan sistem kerja. (M-4)

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum