Tiang Listrik di Tengah Jalan Memakan Korban Jiwa

SEJUMLAH pengguna jalan mengaku resah dengan adanya tiang listrik berada di tengah jalan.Tepatnya di jalan raya jurusan Dasri, Kecamatan Tegalsari, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Tiang listrik yang berada di jalan alternatif menghubungkan tiga kecamatan itu, yakni Kecamatan Tegalsari, Kecamatan Gambiran dan Kecamatan Genteng kerap menimbulkan kecelakaan. Bahkan beberapa hari yang lalu, membuat pengguna jalan meninggal dunia karena menabrak tiang listrik.

Rudi Santoso, salah satu pengguna jalan setempat mengungkapkan, pihaknya sangat resah saat melintasi Jalur tersebut, selain ada tiang listrik di tengah jalan, lampu yang berada di sepanjang jalan itu juga kadang mati.

“Menurut saya ini sangat berbahaya sekali, kalau orang sini sih tidak apa-apa, tapi kalau pengguna jalan itu orang luar Banyuwangi, bisa bahaya sekali. Apalagi penerangannya juga kurang,” ujar Rudi kepada mediaindonesia.com, Minggu (21/2).

Rudi menambahkan setiap harinya ribuan pengguna jalan mulai dari petani, pegawai, siswa, mahasiswa, penjual di pasar, hingga truk muatan logistik sering melintasi jalur tersebut. Jalan tersebut memanglah sangat dekat dengan pusat kota tepatnya kecamatan Genteng, terdapat pasar terbesar di Banyuwangi dan perguruan tinggi swasta.

Ia berharap, pemerintah terkait segera tanggap untuk segera memindahkan tiang-tiang listrik yang berada di tengah jalan, mengingat jalan tersebut sering dilalui pengguna jalan.

“Sangat dekat dengan kampus, baik di Kecamatan Tegalsari maupun Kecamatan Genteng juga ada perguruan tinggi. Dan ini (tiang listrik) harus cepat-cepat dipindahkan,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi melalui Pelaksana Tugas (Plt) Dwiyanto kepada mediaindonesia.com usai meninjau lokasi  mengatakan terkait adanya tiang listrik di tengah jalan mengganggu pengguna jalan. Pihaknya akan segera menindaklanjuti dan merapatkan dengan dinas terkait agar segera dipindahkan.

“Memang kita pada akhirnya tidak lagi bicara kewenangan, kalau kita bicara kewenangan ini milik pekerjaan umum (PU), PLN, dan lain-lain. Kita utamakan dalam kewenangan ini adalah keselamatan pengguna jalan. Besok Senin (22/2) akan kita rapatkan dengan dinas terkait,” janji Dwiyanto.

Dijelaskannya, adanya tiang listrik di tengah jalan karena dulunya jalan tersebut melingkar. Ketika ada pelebaran jalan, ada tujuh tiang listrik berada di jalan lingkar itu.

“Sambil meninggu pemindahan tiang listrik, kita pasangi rambu-rambu keselamatan untuk pengguna jalan,” pungkasnya.

baca juga: Bahasa Ular masih Dipertahankan Pendukungnya

Sebelumnya, salah satu pengendara roda dua asal kabupaten Jember, Jawa Timur, Buari meninggal dunia pada, Kamis (18/2) lalu sekitar pukul 01.00 WIB karena menabrak tiang listrik yang berada di tengah jalan. Menurut informasi di lapangan, saat terjadi kecelakaan suasana sedang hujan deras, dan lampu penerangan jalan dalam keadaan mati. Korban kaget mengetahui ada tiang listrik di tengah jalan. Korban tidak sempat menghindar. Ia menabrak tiang listrik dan meninggal dunia. (OL-3)

 

__Posted on
__Categories
MediaIndonesia, Umum