Walkot Pontianak Kunjungi Keluarga Korban Sriwijaya Air

Terdapat 10 warga Kota Pontianak yang jadi penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182.

REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK — Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berkunjung ke kediaman keluarga Toni Ismail, satu di antara penumpang korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air nomor penerbangan SJ-182 rute penerbangan Jakarta-Pontianak.

“Kedatangan kami ke kediaman korban untuk memberikan dukungan moril, dan kami juga masih menunggu informasi pasti dari Jakarta,” kata Edi usai menemui keluarga korban di Komplek Sepakat Damai, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (12/1).

Pihaknya juga ikut memonitor seluruh proses pencarian korban hingga didapatkan kejelasan. Edi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak siap membantu memfasilitasi, misalnya apabila membutuhkan mobil ambulans, surat-surat keterangan, akta kematian dan urusan lainnya. “Untuk urusan administrasi surat menyurat yang dibutuhkan, Pemkot Pontianak siap membantu,” katanya.

Hingga kini, data yang diperoleh berdasarkan KTP-el terdapat 10 warga Kota Pontianak yang merupakan penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta-Pontianak. Sementara empat orang lainnya mengantongi KTP luar Pontianak, tetapi bermukim dan bekerja di Pontianak.

“Kita juga akan mengkoordinasikan dengan Dinas Kesehatan untuk mendampingi hearing psikologi bagi korban,” ujar Edi.

Dia berharap peristiwa tersebut yang terakhir kalinya terjadi. Pasalnya, sebagaimana diketahui di Indonesia sudah beberapa kali terjadi musibah serupa. Edi juga meminta otoritas yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

Hadi Purnomo, mewakili keluarga Toni Ismail, mengatakan sejak mendapat kabar jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, pihak keluarga menggelar doa bersama berharap ada mukjizat dari Tuhan. “Tetapi jika Tuhan berkehendak demikian, kami dari pihak keluarga tentunya ikhlas untuk menerima apa adanya,” kata Hadi.

Saat ini, pihak keluarga terus menunggu informasi perkembangan pencarian penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182, selain itu, keluarga yang ada di Bandung juga telah diperbolehkan meninggalkan Jakarta. Tetapi, menurut Hadi, masih ada keluarga yang tetap berada di Jakarta menunggu perkembangan terakhir.

Atas nama keluarga, Hadi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh petugas yang melakukan operasi pencarian korban. Pihak keluarga memberikan dukungan agar semua korban bisa dievakuasi. “Kami juga memohon doa dari masyarakat luas agar korban bisa segera ditemukan,” kata Hadi.

__Posted on
__Categories
Republika, Umum